Dalam perjalanan sebuah bangsa, atau katakanlah kelompok masyarakat maupun organisasi., pasti akan mengalami pasang-surut dalam perjalanannya. Akan ada saatnya kejayaan dan kemakmuran akan dicapai dengan begitu gemilang, namun tentunya akan ada juga satu masa dimana kemudian kejayaan dan kemakmuran tersebut akan mengalami kemunduran serta kemerosotan. Dengan kata lain, bahwa akan ada satu saat dimana kemudian suatu gerakan maju yang dilakukan berada pada tahap kritis, sehingga bahkan dapat menghilangkan eksistensinya sebagai sebuah bangsa, kelompok masyarakat, atau organisasi.
Begitu juga halnya dengan organisasi Dakwah Kampus (DK) dengan masyarakat kampus sebagai subjek dan objek gerakannya, sudah tentu akan ada saat dimana organisasi tersebut akan menjadi besar, bahkan menjadi kekuatan yang dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakn di kampus, juga dilingkungan masyarakat dimana gerakan DK itu bersemi. Namun, sudah menjadi Sunnatullah bahwa setiap kemajuan yang dicapai, pasti suatu saat akan ada masa dimana kemunduran itu akan hadir. Pada titik kemunduran inilah harus ada suatu gagasan yang cemerlang dari para stakeholder (pengambil keputusan) gerakan DK, untuk mengatur siyasat bagaimana agar supaya kemunduran yang sedang mendera tersebut tidak sampai pada titik yang menghantarkan organisasi gerakan DK kehilangan eksistensi.
Khusus bagi gerakan DK di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), bahwa realitas yang dihadapi pada saat sekarang ini, tentu tidak harus membuat kita semua bersikap pesimis. Oleh karena itu, sebagai wujud tanggung jawab moral bagi tumbuh-kembangnya gerakan DK di UISU, penulis mencoba menuangkan buah fikiran untuk menyemangati dan memotivasi seluruh Aktifis Dakwah Kampus (ADK) UISU.
Kisah Perancis
Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, pahlawan bangsa Perancis yang sangat fenomenal, dengan jiwa kesatria yang dimilikinya, telah berhasil membebaskan bangsanya dari perbudakan. Namun, pada masanya pula bangsa Perancis kembali kedalam cengkeraman tirani kekuasaan gaya baru yang dipertunjukkannya. Tidak ada satupun pejuang yang tidak mengakuai kegigihan dan keberaniannya di medan perang. Bukan hanya kemampuan fisik dalam berperang, tapi kecerdasan akal fikiran dan strategi perangnya membuat ia menjadi sosok yang tidak mudah untuk ditaklukkan.
Suatu kisah tentang kecerdasan akal fikiran dan strateginya, ketika pada satu pertempuran waktu berkecamuknya perang salib yang berlangsung selama ratusan tahun, Napolen menjadi pemimpin pasukan salib. Pertempuran tersebut merupakan yang terberat baginya, karena pasukan Islam berhasil memaksa mundur pasukan yang di pimpinnya. Sepulang dari memimpin perang tersebut, Napoleon mengundang seluruh pembesar dan tokoh ummat Nasrani dalam satu jamuan makan di istananya.
Pada kesempatan itu, dihadapan para pembesar dan tokoh ummat Nasrani tersebut ia memparkan sebuah permata yang sangat indah dan mahal di tengah hamparan permadani. Kemudian, ia mengajukan pertanyaan kepada seluruh yang hadir, bagaimana cara memperoleh permata tersebut tanpa meminta dan membuat pemiliknya merasa kehilangan? Semua yang hadir mencoba memikirkan caranya, namun tidak ada satupun yang berhasil. Napolen kemudian berkata : “Jika ingin memperoleh permata tersebut tanpa harus meminta dan membuat pemiliknya merasa kehilangan, maka ubah cara pandang pemiliknya terhadap permata tersebut”. Inilah pernyataan fenomenal yang akhirnya menghentikan perang fisik antara ummat Islam dan Nasrani, dan beralih kepada invansi pola fikir.
Cerita Jepang
Dalam catatan para pakar, pemerhati dan sejarawan Jepang, menyebutkan ada dua babakan sejarah kemunduran paling mengkhawatirkan bagi Negara dengan julukan matahari terbit tersebut. Pertama, pada saat terjadi pemberontakan yang dipelopori oleh para samurai terhadap pemerintahan Shogun Tokugawa (3 Januari 1868), karena dianggap telah mendegradasi kekuasaan Kaisar sebagai pusat kekuasaan dan lambang spiritual, peristiwa ini dikenal dengan sebutan Restorasi Meiji. Pemberontakan tersebut telah membawa Jepang pada situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi eksistensi sebuah bangsa. Kemunduran terjadi diberbagai aspek, politik, hukum, ekonomi, budaya, juga moral. Kaisar Matsuhito yang pada saat itu belum dewasa diberi tanggung jawab untuk memulihkan kondisi. Dengan dibantu oleh Dewan Penasihat, Kaisar memfokuskan pemulihan pada sektor internal. Tingginya tingkat stabilitas nasional, tumbuhnya industri-industri modern, serta apresiasi yang tinggi terhadap kebudayaan bangsa menjadi titik balik kemajuan Jepang.
Kedua, ketika Perang Dunia (PD) II mencapai puncaknya, tentara sekutu yang dipelopori oleh Amerika Serikat, menjatuhkan bom atom di dua kota paling penting bagi perkembangan Jepang, yaitu Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki. Dan Jepang memasuki masa paling krusial kedua dalam sejarah perjalanannya. Ada hal yang sangat menarik dari peristiwa ini, bahwa sesudah jatuhnya bom atom tidak ada masyarakat yang menyalahkan pemerintah atas keputusan untuk ikut dalam PD II. Tidak ada penurunan semangat kebangsaan serta penciutan mental rakyat Jepang. Bahkan, seluruh komponen mengokohkan kembali nation building dan berupaya membangun kembali Jepang yang digdaya. Para pemuda/i berprestasi dikirim ke-Barat dan Eropa untuk belajar, sehingga kemajuan yang luar biasa pesatnya terjadi di berbagai sektor. Dan Jepang, tidak kurang dari setengah abad kembali bangkit dan sudah mencapai kembali masa kejayaannya, bahkan sudah di sejajarkan dengan Negara-negara adikuasa lainnya.
Songsong Kebangkitan Kita
Realitas gerakan DK yang kita alami saat ini adalah Sunnatullah, layaknya apa yang dialami Negara-negara besar seperti Perancis dan Jepang. Kemajuan dan kemunduran adalah sesuatu yang pasti akan dihadapi, persoalannya bagaimana usaha kita untuk mencapai kemajuan tersebut, serta bagaimana cara pandang kita dalam mensikapi kemunduran itu. Hemat penulis, jika berkaca dari kisah Perancis, salah satu cara ialah dengan mematangkan pola fikir kita terhadap gerakan DK yang kita bangun, serta merumuskan strategi penguasaan kampus sesuai dengan kebutuhan kita saat ini.
Disamping itu, kita juga dapat belajar dari cerita kebangkitan fundamental Jepang, jika kita juga ingin kebangkitan fundamental gerakan DK terwujud di UISU. “Kecerdasan” para ADK serta “kearifan” para “sesepuh” DK UISU adalah langkah yang diharapkan akan segera diupayakan bersama. Kemudian, proses rekrutmen kader secara massif, dan pembinaan yang berkesinambungan, serta pemberdayaan berdasarkan pada kemampuan masing-masing kader merupakan langkah selanjutnya. Insya Allah, jika kita punya kemauan bersama yang kuat dan kokoh, maka tidak mustahil bahwa gerakan DK UISU akan mencatat sejarah menjadi gerakan DK dengan kebangkitan fundamental, sebagimana bangsa Jepang telah membuktikannya. Wallahu A’alam Bish-Shawaab.(Muhammad Taufik Nasution)
Penulis adalah Mantan Ketua Umum Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UKDM-UISU) Periode 2007-2008 dan mahasiswa Pasca Sarjana USU
Post new comment